Dituding Ambil Paksa Beras, Polda Sumut Sebut Sudah Sesuai Prosedur

By On Juni 30, 2022

 



Sahabat Polri
MEDAN
- Polda Sumut angkat bicara soal tudingan penyidik direktorat reserse kriminal khusus Polda Sumut yang mengambil beras secara paksa di kilang Padi Tani Jaya Nomor 88, Dusun I, Desa Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pengambilan sampel beras yang dilakukan penyidik sudah sesuai prosedur.

Hadi menyebut peristiwa itu terjadi pada Rabu 30 Juni disaat penyidik melakukan penyelidikan sesuai dengan Sprin Lidik Nomor : Sprin Lidik / 230 / VI / 2022 / Ditreskrimsus, tanggal 20 Juni 2022.

Berdasarkan Informasi dari masyarakat, kilang padi dengan merk Bunga Mawar, TJ KKB Pandan Wangi, dan TJ 88 diduga 

tidak sesuai dengan parameter yang telah dipersyarakatkan untuk beras bermutu premium. Dengan demikian penyidik melakukan penyelidikan dan mengambil sampel.

Saat pengambilan sampel ternyata beberapa orang yang diduga pemilik tak terima sambil merekam dan menuding polisi mengambil paksa.

"Kita melakukan penyelidikan adanya dugaan penjualan beras yang tidak sesuai Parameter yang dipersyaratkan untuk kategori beras Premium, dan pelaku usaha belum dapat memperlihatkan izin usaha dalam memproduksi dan memperdagangkan beras serta belum dapat memperlihatkan Serifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dalam memproduksi dan memperdagangkan beras premium tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (1/7/2022).

Dari kilang beras tersebut polisi mengamankan satu karung beras premium Ramos Tulen merek TJ Cap Bunga Mawar ukuran 30 Kilogram, satu karung beras premium merek TJ KKB Pandan Wangi ukuran 10 Kilogram dan satu karung beras premium merk TJ 88 ukuran 5 Kilogram.

Pengambilan sampel dan penyelidikan ini lantaran diduga kilang beras ini melanggar Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan/atau Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Saat ini direktorat reserse kriminal khusus Polda Sumut sedang berkoordinasi dengan instansi terkait dan segera mengundang saksi untuk dimintai keterangan.

"Kita tangani secara profesional, saat penyidik mendatangi gudang tersebut juga didampingi perangkat desa, surat tugas lengkap, pastinya dalam hal ini kita sesuai aturan yang ada, kita juga tidak ingin masyarakat dirugikan," ucapnya

"Dalam waktu dekat, penyidik sudah mengagendakan untuk Mengundang saksi - saksi guna dimintai keterangan," tambah kabid Humas( tim )

Gubernur dan Kapolda Sumut, Kompak Dukung Tim NUsantara Gemilang Sumut

By On Juni 29, 2022

 




Sahabat Polri Medan - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak kompak memberi dukungan penuh kepada tim Sumatera Utara pada Festival Nusantara Gemilang 2022. Keduanya menyaksikan langsung penampilan tim Sumut yang berhasil masuk dalam tiga provinsi terbaik dan tampil pada Pergelaran Malam Festival Nusantara Gemilang 2022, Selasa malam 28 Juni 2022 bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. 

"Saya sangat bangga dengan kalian. Kreativitas, ketekunan dan kerja keras serta kerjasama yang baik telah membuahkan hasil yang terbaik. kalian sudah membuktikannya, selamat, kalian hebat," kata Edy Rahmayadi kepada tim Sumut. Hal itu disampaikannya usai penampilan tim yang berhasil memukau penonton melalui tarian besutan koregrafer Tengku Ary Rahmana.  

Edy memberi apresiasi kepada POlri yang telah melaksanakan Festival Nusantara Gemilang 2022 dengan sangat baik. " Festival ini memberi kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkreasi dan berprestasi,  sekaligus bisa belajar, kerjasama  dan mengenal budaya," kata Edy. 

Dalam  Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun Bhayangkara  tersebut hadir pula Menteri Pariwisata RI Sandiaga Uno, Menteri Pemuda dan Olahraga  Zainudin Amali, Wakapolri, Komjen Gatot Eddy Purnomo, para petinggi Polri, tokoh budaya, para gubernur dari 14 wilayah, Kapolda 14 wilayah, rektor, artis seniman, ketua himpunan mahasiswa dan lain sebagainya.

Festival Nusantara Gemilang 2022 merupakan kegiatan seni budaya yang diprakarsai Polri dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun ke -76 Bhayangkara yang jatuh pada 1 juli 2022. Festival seni dan budaya melibatkan anak muda dari 34 provinsi se nusantara. Tujuannya untuk  menumbuhkan nasionalisme dan mengedukasi pemuda harapan bangsa dengan menampilkan seni sebagai wujud keberagaman bangsa.

Dari 34 terpilih hasil seleksi video yang dikirim terpilih  14 provinsi , kemudian berkompetisi lagi sehingga terpilih tiga pemenang dimana Sumut termasuk di dalamnya.  Tiga wilayah terbaik mendapat kehormatan menampilkan kebolehannya pada Pergelaran Malam Festival Nusantara Gemilang 2022. Gemilang Nusantara Sumatera Utara termasuk dalam tiga provinsi yang mendapat kehormatan tersebut. Sumut menampilkan tarian yang  berjudul Marmeang yang artinya bermain. Tarian garapan baru ini menggabungkan tiga  etis nusantara yaitu Batak Toba, Nias dan papua, tarian menggambarkan suka cita 

pelatih tim Sumut Tengku Ary Rahmana megatakan tim Sumut terdiri dari 15 anak muda Sumut yang berlatar belakang beragam etnis. Dia mengaku senang sekali mendapat kesempatan terlibat dalam kegiatan tersebut. "Alhamdulillah bangga sekali, saya ikut membawa nama Sumatera Utara," katanya. Dia berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun karena memberi dampak positif bagi generasi muda untuk mengetahui dan mencintai budaya nusantara.( Tim )

 Polda Sumatera Utara melalui Ditkrimsus bersama Pemerintah Kabupaten Madina membentuk tim khusus untuk memberantas tambang emas ilegal

By On Juni 13, 2022



Sahabat Polri Sumut - Pembentukan Tim khusus tersebut, merupakan hasil dari rapat Koordinasi yang dilakukan di Aula  Catur Prasetia Mapolda Sumut.

Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution mengatakan, Porkopinda Kabupaten Madina sepakat membentuk tim khusus untuk memberantas penambangan emas ilegal dan melakukan pemulihan lingkungan yang sudah tercemar. 

" Tim ini akan segera bekerja untuk memberikan sosialisasi lebih awal bagaimana para penambang emas tanpa izin ini menghentikan kegiatannya," ucapnya kepada wartawan, Senin (13/06/2022). 

Jafar menambahkan, pemulihan lingkungan yang sudah tercemar pihaknya akan memberikan pemahaman terhadap masyarakat dengan mereklamasi kembali. 

Jafar menyebut, pihaknya sudah mendata adanya ribuan titik di wilayah Kabupaten Mandina yang menjadi tempat penambangan emas ilegal. 

" Penggunaan merkuri dan sianida tentu ini bagian dari tugas tim untuk melakukan penyuluhan tentang bahayanya ," ucapnya lagi. 

Terpisah, Dirkrimsus Polda Sumut Kombes John Charles Nababan mengatakan tim yang sudah dibentuk ini akan terus menghimbau kepada para penambang baik yang menggunakan eksavator maupun dompeng bisa menghentikan kegiatan ilegalnya. 

" Apa bila ditemukan dilapangan dihimbau tidak mau berhenti, maka mereka akan berurusan dengan hukum," tegas Dirkrimsus Polda Sumut.( Eem/put )

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *